Welah setelah kemaren posting tentang masjid kampus.. ternyata jumat ini ada sesuatu yang lain di masjid kampus. Seperti biasa saya bersama temen kantor pergi ke masjid jam setengah 12-an. Dan saya berusaha menerobos ke shaf-shaf terdepan, namun setelah di sampai shaf ketiga kok barisan depan sendiri deket mimbar kosong dan banyak orang mondar-mandir deket imaman.. “wot hepen??”. Beberapa saat kemudian dari arah ruang adzan segerombolan orang muncul, tipe-tipe pejabat tinggi gitu deh (*maklum jarang nonton berita.. hehe).. langsung mengisi shaf terdepan.

Baru setelah takmir masjid mengumumkan ternyata beliaunya Muhammad Nuh (Menkominfo RI).. oo, ini toh orangnya menkominfo baru itu. Beliau akan mengisi ceramah jumatan kali ini dan setelah jumatan beliau juga akan dialog.

Yah, nanggung juga klo gag ikutan dialognya akhirnya setelah jumatan tak sempetin deh ikutan dialog walo di kantor banyak kerjaan.. waktu itu gag tahu males aja bawaannya untuk ngantor (*biasanya juga males-malesan ding). Dalam dialog ini mantan rektor ITS ini mengangkat beberapa hal tentang pentingnya informasi, perkembangan TI di Indonesia dan pandangan masyarakat tentang TI. Dikaitkan dengan umat islam, karena dakwah itu wajib bagi setiap moslem maka ketika orang sudah cenderung mengakses informasi lewat dunia internet dan itu sendiri berhubungan dengan TI maka umat yang menguasai TI akan menjadi wajib untuk menyebarkan dakwah lewat medianya itu. Dalam acara dialog ini terdapat beberapa pertanyaan antara lain tentang aturan-aturan frekuensi radio komunitas, acara-acara tv yang mengkawatirkan dan ada hal yang menarik dalam dialog ini, karena kebetulan disiarkan langsung di TVRI Jogja ada beberapa penelpon menanyakan tentang perbedaan hari raya Idul Fitri yang selalu terjadi perbedaan di Indonesia. Beliau menjawabnya dengan nada guyon ” Sebenarnya hari rayanya itu sama kok…”. semua orang tercengang “hah..”. Terus beliau menuturkan “Iya sama..yaitu tanggal 1 Syawal..”. Suasana jadi riuh langsung saat itu dengan ketawa yang tertahan karena ada di masjid. Dan Informasi dari beliau :

Untuk memberikan informasi hilal secara lebih luas dan terbuka kepada masyarakat, Departemen Komunikasi dan Informatika dan Departemen Agama bekerja sama dengan Observatorium Bosscha – FMIPA, Institut Teknologi Bandung, dan PT Telekomunikasi Indonesia, TVRI, menyediakan layanan tayangan langsung hilal astronomi melalui web http://www.as.itb.ac.id/hilal/

Maka jika anda pengen ikut pengamatan hilal, silahkan klik web itu secara streaming. Tapi menurutku wajar jika terjadi perbedaan 1 syawal di Indonesia, bumi sendiri bulat dan rentang indonesia kurang lebih sepertiga lingkarnya. Jika antara bagian timur indonesia dan barat berbeda, mungkin di belahan barat telah melihat bulan sedangkan di bagian timur belum, ataupun sebaliknya. Dan terdapat juga dua metode penentuan hari raya tersebut yaitu dengan hitungan dan melihat secara langsung bulan itu sendiri. Jika kita seorang engineer yang sering menggunakan alat ukur akan lebih paham karena setiap alat terdapat toleransinya dalam mengukur suatu objek/materi. Wes.. Intinya kita harus toleransi terhadap sesama, ya inilah keindahan islam. Mengutip seseorang yang mengajariku agama “Ya kita harus elegan terhadap suatu perbedaan. Jika ada suatu kesepakatan yang emang bisa disepakati maka kita harus menjunjung tinggi kesepakatan itu, jika sesuatu tidak bisa disepakati kita harus toleran terhadap perbedaan itu..”